Misteri dan pesona di balik pohon Tarra

misteri di balik pesona pohon Tarra (9)Sejumlah wisatawan asing melihat pohon Tarra yang dijadikan tempat menguburkan bayi di objek wisata baby grave, Kecamatan Kambira, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu, 3 Agustus 2014. Menurut ajaran aluk Todolo (animisme), bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra, karena bayi-bayi tersebut dianggap masih suci. Pohon tersebut sudah berumur 300 tahun lebih. 

Pohon Tatta memang bukan pohon biasa. Pohon besar – berukuran lingkar lebih dari 3 meter – ini terletak di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja, sekitar 350 Km sebelah utara Makassar. Masyarakat Toraja, khususnya pengikut aliran Alik Todolo, menggunakan pohon ini sebagai kuburan. Yang dikubur di sini adalah bayi yang masih belum tumbuh giginya.

Saat ada bayi meninggal, jenazahnya (tanpa dikenakan kain penutup sama sekali) dimasukkan ke dalam pohon yang sebelumnya sudah dilubangi. Kemudian lubang ditutup menggunakan anyaman yang terbuat dari serat pohon kelapa yang berwarna coklat kehitaman. Setelah puluhan tahun, mayat bayi itu akan menyatu dengan pohon.

Pemilihan letak lubang

Kuburan di pohon itu ternyata tidak sembarangan, karena harus disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Jadi semakin tinggi derajat sosial si keluarga pemilik bayi, maka berhak untuk menempatkan bayinya di lubang yang lebih tinggi. Bahkan posisinya pun bisa diatur sesuai dengan arah rumahnya dari pohon itu.

Dan mengapa dipilih pohon Tarra sebagai kuburan bayi ini bukan sembarangan. Pohon yang berbuah mirip sukun, yang sering dijadikan sayur oleh masyarakat setempat ini memiliki banyak getah. Getah tersebut dipercaya oleh masyarakat Toraja sebagai pengganti air susu ibu bagi si bayi.

Meski upacara pemakaman bayi di pohon Tarra ini sudah tidak dilaksanakan lagi sejak bertahun-tahun, pohon Tarra tetap tegak berdiri, dan masih menjadi daya tarik yang kuat bagi para wisatawan untuk mengunjunginya.

Berikut ini adalah foto-foto ketika para wisatawan mengunjungi obyek wisata tersebut dan diabadikan oleh fotografer Iqbal Lubis dari Tempo.co.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s