Mendepak kebiasaan buruk selama-lamanya

by Joyce Brothers

RASA TAKUT AKAN KEGAGALAN SERING MELUMPUHKAN KEMAUAN ANDA UNTUK BERTINDAK. BIARLAH “KEKUATA N KEINGINAN” MEMBANTU ANDA.

BAGAIMANA kalau melakukan sesuatu dalam bulan ini yang akan menggembirakan hidup Anda selama bertahun-tahun mendatang — sesuatu yang Anda maksudkan untuk dilakukan tetapi Anda takut melakukannya? Saya bicara tentang membuang kebiasaan buruk seperti merokok, makan terlalu banyak, menggigit kuku, dan menangguhkan pekerjaan.

Saya yakin bahwa kunci untuk menghentikan kebiasaan yang merusak adalah menggantikannya dengan kebiasaan yang baik. Dan pergantian seperti itu sering bisa dicapai dalam sebulan. Beginilah cara melakukannya.

1. Pilihlah bulan yang tepat Ini seharusnya dilakukan dengan segera, sebab menunda pergantian kebiasaan menimbulkan rasa takut akan kegagalan. Anda memerlukan jangka wakiu yang relatif bebas stres untuk membuat Anda lebih mudah mengatasi kalau tekad Anda menghadapi ujian; jadi pilihlah bulan ketika tidak ada rencana kunjungan mertua atau batas waktu pekerjaan yang ketat.

2. Tetapkan kebiasaan yang akan dihentikan. Jangan berusaha menghentikan suatu kebiasaan hanya karena orang lain menginginkan Anda untuk menghentikannya – itu tidak akan berhasil. Kalau Anda tidak benar-benar menginginkan untuk menghentikan kebiasaan yang merusak — atau kalau Anda ingin menghentikannya hanya pada tingkat rasional — maka bawah sadar Anda akan mencatatnya dan memutuskan, “Kalau begitu kita tidak akan melakukannya — aku dan kau — kita akan terus memegang pola yang sudah tidak asing lagi.”

Harold memutuskan untuk berhenti merokok, sebab keluarganya menghendaki dia berbuat begitu. Namun dia yakin dia akan sengsara, tidak bisa bekerja atau berkonsentrasi. Sementara dia berusaha untuk mendorong dirinya sendiri, dia masih selalu bertemu dengan seorang yang merokok — tetapi juga badannya sehat Harold akhirnya menyadari bahwa sesungguhnya dia ingin berhenti menjadi “kentang sofa” — orang yang tidak berdaya dan kerjanya di rumah hanya menonton TV. Dia terus merokok, tetapi mulai berolahraga.

Keluarga Harold tidak senang dengan keputusan ini, tetapi pendekatan yang diambilnya mantap. Memerangi kebiasaan yang benar-benar akan dihentikannya lebih mungkin mengantarkannya ke keberhasilan. Setelah sebulan melakukan latihan olahraga, walaupun pinggang Harold mulai bertambah ramping, dia tidak memiliki daya tahan seperti orang-orang lain yang berlatih bersama-sama di ruang senam. “Tentu saja tidak,” salah seorang dari mereka menjelaskan. “Kau merokok.” Dan itulah sebabnya Harold akhirnya mempunyai motivasi untuk berhenti merokok.

3. Kenalilah kebiasaan yang akan Anda hentikan. Tidak ada seorang pun yang dengan sengaja memulai kebiasaan buruk; kebiasaan itu diam-diam menyergap Anda ketika Anda tidak memperhatikan. Pada suatu hari Anda mengisap sebatang rokok atau menggigiti kuku, dan pada hari berikutnya, rupanya, Anda terus-menerus melakukannya. Bilamana, bagaimana dan mengapa itu terjadi?

Ajukan sendiri pertanyaan itu kepada Anda sementara Anda mengenal kebiasaan buruk Anda. Biarlah waktu memberi Anda kemungkinan untuk menemukan jawabannya. Anda sedang memecahkan sebuah misteri — mengapa Anda, orang yang berpikiran waras, memegang teguh kebiasaan yang tidak Anda inginkan.

Selalulah sediakan puJpen dan buku catatan sementara Anda melakukan kegiatan sehari-hari. Bukannya secara otomatis mengambil rokok atau permen, ambillah buku catatan dan tulislah segala-galanya yang mendorong Anda untuk melakukan kebiasaan Anda. Pukul berapa terjadinya? Anda berada di mana? Bersama siapa? Apa yang mencetuskan impuls Anda?

Alice melakukan penyelidikan ini ketika dia berusaha menurunkan berat badannya. Dia mendapatkan bahwa dia mengambil coklat ketika bosnya mengajukan tuntutan yang tidak biasa, ketika anak-anaknya rewel, ketika dia dan suaminya ada masalah. Alice makan untuk menenangkan dirinya ketika dia menderita stres. Makanan, dia mengenalinya, merupakan penenangbaginya.

4. Gunakan kekuatan keingf.nan, bukan kekuatan kemauan. Kebiasaan mulai berakar karena bawah sadar menghubungkan perilaku dengan kesenangan, kenyamanan atau kepuasan. Dan bawah sadar juga menghubungkan tidak adanya kebiasaan dengan rasa takut dan ketidaknyamanan.

Bawah sadar bukanlah bagian otak yang melakukan pertimbangan; di situlah beradanya emosi. “Kau merusak hidupmu dengan kebiasaan ini,” pikiran yang rasional berkata. Tetapi bawah sadar tidak mendengarkan; bawah sadar takut melepaskan sebuah kebiasaan yang bisa diandalkan memberikan kenyamanan.

Mengadu pikiran yang rasional dengan bawah sadar hampir selalu merupakan pekerjaan yang sia-sia. Itulah sebabnya, dalam pengalaman saya, kekuatan kemauan orang efektif untuk menghentikan suatu kebiasaan, dibandingkan dengan apa yang saya sebut “kekuatan keinginan,” yang memberi bawah sadar kenyamanan yang biasanya didapat dari kebiasaan.

Bagaimana itu bisa dilakukan? Carilah sebuah kursi yang nyaman, pejamkan mata Anda, bernapas dalam-dalam dan khayalkan diri Anda sedang berada di tempat yang sangat disukai dan bersuasana tenang. Kemudian bayangkan diri Anda tanpa kebiasaan yang merusak. Anda bisa mencium bau bunga dan angin laut karena Anda tidak lagi merokok. Anda memakai bikini, memamerkan tubuh Anda yang langsing, karena Anda tidak lagi makan terlalu banyak. Bawah sadar Anda akan mau menerima pesan Anda. Temuilah pada tingkat ini, dan bawah sadar Anda akan memberikan tanggapan.

Apa yang Anda lakukan adalah membayangkan secara meditatif. Itu akan menjadi bagian besar dari bulan pergantian kebiasaan Anda dan mungkin untuk selama hidup Anda. Saya telah mendapatkan bahwa bagi sebagian besar orang yang mencobanya, membayangkan secara alami menjadi kebiasaan yang baik, dan mudah didapat.

5. Carilah pengganti. Memilih sebuah kebiasaan yang baik untuk dilakukan bisa semakin mempermudah Anda menghentikan kebiasaan Anda yang lama. Anda akan merasa seakan-akan Anda menambahkan sesuatu yang berharga ke dalam hidup Anda, bukannya hanya melarang diri Anda memanjakan diri dengan kesenangan yang sudah lama diberikan. Kalau kebiasaan yang baru tidak ada hubungannya dengan yang lama, maka itu jauh lebih baik.

Ada dua kebiasaan baik yang terutama sangat membantu dalam menghentikan hampir semua kebiasaan buruk. Pertama, ambillah kebiasaan makan makanan yang bergizi dan teratur. Kedua, tetapkanlah kebiasaan melakukan latihan olahraga yang tidak terlalu berat dan secara teratur.

Alice menemukan sejumlah cara untuk mengontrol serangan rasa panik yang mendorongnya untuk makan terlalu banyak. Di kantor, dia mempraktekkan teknik bernapas dalara-dalam. Di rumah, dia melakukan latihan jalan cepat. Dia juga mulai makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran, dan menyingkirkan kue-kue dan kentang goreng.

Harold tahu bahwa dia perlu mengambil sebuah kebiasaan yang menyibukkan tangannya di waktu senggang di rumah. Maka dia memutuskan untuk bermain piano — sebuah kegiatan yang dinikmatinya ketika dia masih muda, sebelum menjadi apa yang disebut “kentang sofa.”

6. Ambillah satu langkah setiap kali. Begitu Anda memutuskan untuk mengganti kebiasaan, tetapkanlah sasaran untuk satu bulan. Buatlah sasaran yang realjstis dan biarkan “kekuatan pena

rik” dari sasaran itu bekerja untuk Anda. Pecah-pecahlah tugas besar menjadi satu rangkaian terdiri dari tugas yang kecil-kecil.

Alice harus menurunkan berat badannya sampai 25 kilo — lebih banyak daripada yang bisa diturunkan dalam waktu satu bulan. Tetapi dia bisa menurunkan berat badannya setengah kilo seminggu. Pada akhir bulan pergantian kebiasaannya, susunan makanan yang baru sudah ditetapkan kembali dengan mantap, memungkinkan dia bisa mencapai sasaran dalam waktu satu tahun.

Harold bertekad untuk mempelajari lagu Scott Joplin di luar kepala dan berhenti merokok pada akhir bulan yang ditetapkannya. Dia memecah-mecah sasarannya menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dilakukannya. Pada minggu pertama dia hanya memperbolehkan dirinya merokok di ruang bawah tanah; pada rainggu kedua dia hanya merokok di luar rumah dan kemudian hanya pada waktu-waktu tertentu. Pada minggu keempat, dia benar-benar menjadi pemain piano ragtime yang tidak merokok.

Untuk membuat kekuatan penarik dari sasaran bisa bekerja sebaik-baiknya, berilah Anda imbalan setelah Anda mencapainya. Saya merasa bahwa orang yang melakukan diet, misalnya, patut mendapat imbalan bukan makanan setiap kali bisa menurunkan berat badannya satu kilogram.

7. Jangan menyerah. Sukses layak mendapat imbalan, tetapi kegagalan tidak harus diberi hukuman. Kalau Anda terpeleset dalam bulan pergantian kebiasaan, jangan salahkan diri sendiri dan jangan berhenti. Sebuah kemelesetan tidak harus menjadi alasan untuk kambuh kembali.

Alice menikmati eskrim pada suatu hari. Setelah itu dia akan menghentikan dietnya karena dia menganggap dirinya sebagai orang gagal. Psikolog Kelly Brownell dari LJniversitas Pennsylvania menyebut reaksi Alice sebagai “perangkap sikap” — itu adalah tanggapan kita terhadap kemelesetan yang membuat kita gagal, bukan kemelesetan itu sendiri.

Brownell menambahkan bahwa orang sering yakin bahwa dorongan untuk kembali ke kebiasaan buruk akan membentuk kekuatan yang menghancurkan, kecuali kalau dorongan itu dipuaskan. Tetapi Anda bisa mengatasinya, katanya. “Kalau Anda bisa mehgalihkan perhatian walaupun hanya beberapa menit, maka dorongan itu akan mereda dan pengendalian diri Anda akan meningkat”

Menjauhi kebiasaan lama kerap kali lebih sulit daripada upaya pertama untuk menghentikannya. Tetapi makin lama Anda mengidentifikasikan diri dengan citra Anda yang baru, makin mudah pula bagi Anda untuk memerangi keinginan yang bisa menggagalkan Anda dalam mencapai hidup yang lebih bahagia, lebih sehat dan lebih penuh keyakinan.

Identitas yang baru itu — sebagai orang yang bisa mengendalikan kehidupan dan bukan dikendalikan oleh kebiasaan buruk merupakan rahasia membuang kebiasaan buruk untuk selamanya. (dari majalah Sukses dan Prestasi, Mitra Utama).

Artikel terkait kesehatan dan kebugaran jiwa klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s